IMAN DI TENGAH KAPAL YANG KANDAS

 “Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus 1 ! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.” (Kisah Para Rasul 27:22-25)

Dalam perjalanannya, Paulus menghadapi badai yang membuat kapalnya terombang-ambing dengan hebat. Sama seperti apa yang dialami oleh Paulus, terkadang Tuhan memang mengizinkan badai kehidupan terjadi agar kita semakin bergantung kepada-Nya. Sebagai orang beriman, kita harus ingat bahwa Tuhan tetap memegang kendali, di saat segala sesuatu terasa seperti lepas kendali. Kapal boleh saja kandas, tetapi iman kita janganlah turut kandas! Keadaan tidak tentu bisa kita kendalikan, tetapi iman kita ada dalam kendali sendiri. Tantangan pekerjaan, kondisi keuangan dan kesehatan, atau apapun krisis kehidupan yang mendera, iman kita itulah yang mengalahkan dunia. Oleh sebab itu, tetaplah percaya!

Siapa yang hidup oleh iman, hidup dalam janji-janji Tuhan. Belajarlah untuk tetap tenang dalam segala keadaan. Saat badai kehidupan datang dan melemahkan iman, ingatlah janji Tuhan. Paulus dapat menghadapi badai dengan tenang karena dia mengingat perkataan Allah bahwa dia diutus untuk menghadap Kaisar dan oleh karenanya seluruh orang yang berada bersama dia di kapal akan selamat. Untuk itu, milikilah Kristus di tengah badai, sebab bersama dengan Tuhan pasti kita akan berlabuh dalam rencana-Nya!

Pergunakan waktu dengan baik, bahkan di saat kita sedang menghadapi badai. Di masa yang sepi buatlah rencana. Untuk masa depan rencanakanlah yang terbaik, namun persiapkanlah untuk yang terburuk. Dan di atas segalanya, serahkanlah semua rencana kita ke dalam tangan-Nya! Jika kapal hidup kita hancur berkeping-keping, janganlah menyerah. Tuhan sanggup memakai kepingan-kepingan kita untuk membangun kapal yang baru untuk kita. Kita tidak bisa menentukan masa depan kita, tetapi kita bisa menentukan kepada Siapa kita percaya. Rencana-Nya tidak bisa kandas, dan janji Tuhan tidak pernah gagal!

Disarikan dari kotbah Ps. Philip Mantofa
https://youtu.be/cYjzjOhVOXw

Orang yang hidup oleh iman tidak terpengaruh oleh keadaan. Yang hatinya percaya akan teguh berdiri dan menjadi pengaruh, sekalipun keadaan menghimpitnya. Barangsiapa tinggal di dalam janji Tuhan, ke manapun badai mengombang-ambingkan dan membawanya, pasti akan akhirnya berlabuh dalam rencana-Nya!